18 Maret 2023

Sukoharjo, 18 Maret 2023. Himpunan Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam UIN Raden Mas Said Surakarta mengadakan Counseling Moves #. Kegiatan ini dilaksanakan di PPSA Taruna Yodha Sukoharjo. Counseling Moves #2 ini merupakan kegiatan Counseling Moves hari kedua dalam rangka menumbuhkan kepedulian sosial anak-anak di PPSA Taruna Yodha Sukoharjo.
Counseling Moves #2 kali ini mengusung tema “Be Aware Person : How to manage sympathy? “.
“Simpati dan Empati merupakan dua hal yang sama persis dan harus dimiliki oleh setiap orang. Sebagai makhluk sosial manusia harus saling tolong menolong dalam kehidupan sehari-hari. Dan tentunya simpati dan empati di sini memiliki peranan yang sangat penting untuk membangun hubungan sosial masyarakat. Karena simpati dan empati menjadi sebuah landasan yang bisa menumbuhkan kepedulian kita terhadap orang-orang sekitar” Terang Zulfa Nuaini selaku ketua HMPS BKI UIN Raden Mas Said Surakarta.
Alfin Miftakhul Khairi selaku Koordinator Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam menyampaikan “ Dengan tema Be Aware Person: How to Manage Sympathy diharapkan agar kita sadar bahwa kita adalah manusia bukan robot yang tidak melulu selalu bergantung dengan handphone maupun internet tetapi kita hidup berdampingan dengan manusia, jadi kita harus memiliki rasa kepedulian satu sama lain.
“Antara UIN Raden Mas Said Surakarta dengan PPSA Taruna Yodha Sukoharjo sudah terjalin komunikasi dengan baik. Kami mengucapkan terima kasih kepada UIN Raden Mas Said Surakarta. Diharapkan dengan kegiatan ini bisa bermanfaat bagi penerima manfaat kami untuk bisa mandiri dan berperilaku yang normatif” Ujar Dra. Valentina Murwakani Budi Yuliastuti Selaku Pekerja sosial muda PPSA Taruna Yodha Sukoharjo.
Yolacika selaku pemateri Counseling Moves #2 menyampaikan “Simpati adalah memahami perasaan orang lain dari prespektif diri sendiri dengan melihat keadaan dan lingkungannya”
Mengakhiri penyampaian materi Yolachika selaku pemateri berpesan “Jadilah diri sendiri, jangan mendengarkan perkataan orang lain karena orang lain tidak tau apa yang kita rasakan. Jadikanlah perkataan orang tersebut sebagai opsi bukan yang utama”
Kegiatan ini juga melatih penerima manfaat membuat prakarya didampingi Mentor Pendamping. Sebagai apresiasi, panitia memberikan hadiah kepada 2 kelompok pemenang. Acara selanjutnya pembuatan Pohon Harapan, penerima manfaat dan seluruh panitia menuliskan harapan mereka di kertas dan menggantungkannya di ranting yang panitia sediakan.
Alhamdulillah acara demi acara berjalan dengan lancar
~Salam Konsi
Always be Family
