
Pada tanggal 28 Februari 2024 Himpunan Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (HMPS BKI) UIN Raden Mas Said Surakarta melaksanakan Counseling Moves #3 berkolaborasi dengan Kegiatan Dialog Mahasiswa Seputar Konseling (DAMPLING). Seminar tersebut dilaksanakan di aula SBSN lt.1 yang di ikuti oleh lebih dari 120 mahasiswa, dan dihadiri oleh Wakil Dekan 3, Kepala Program Studi dan juga beberapa dosen Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Ushuluddin dan dakwah.
Seminar ini mengangkat tema “Merawat Jiwa, Menyayangi Pikiran: Revolusi Kesehatan Mental dalam Rehabilitasi”. Dengan harapan mahasiswa dapat teredukasi tentang seberapa penting mengoptimalkan kesehatan mental serta mahasiswa diterapkan di kehidupan kita selanjutnya juga sebagai mahasiswa. Ujar Nafisha Kholisatur Rohmah selaku Ketua Panitia Seminar ini.
“Banyaknya stigma-stigma buruk di kalangan masyarakat mengenai rehabilitasi sehingga diharapkan mahasiswa Bimbingan Konseling Islam mampu berupaya untuk menghilangkan stigma tersebut setelah hadir di seminar kesempatan kali ini. Selain itu, diharapkan teman-teman dapat mengetahui upaya meningkatkan kepercaya diri pada pasien rehabilitasi”. Ujar Sindi berliana Rahmawati selaku ketua umum Himpunan Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (HMPS) priode 2024.


Isnanita Noviya Andriyani selaku kepala program studi bimbingan dan konseling islam menyampaikan “Kegiatan ini mengingatkan kita untuk seberapa pentingnya menjaga kesehatan mental bukan hanya mahasiswa tetapi dosen juga harus memperhatikan kesehatan mentalnya untuk menghadapi berbagai macam mahasiswa”.
Dan dalam acara tersebut Lukman Harahap selaku wakil dekan 3 berpesan dalam sambutanya “Menjaga kesehatan mental merawat jiwa menyayangi pikiran seperti halnya di lagu Indonesia raya ‘bangunlah jiwanya bangunlah badannya’ karena jiwa atau kesehatan mental ini sangat penting dan harus dijaga”

Citra Widyastuti selaku pemateri pertama memaparkan dengan sangat elok bahwa “Mengartikan konseling rehabilitasi sebagai dorongan untuk orang-orang yang mengalami disabilitas fisik, ganguan mental, serta orang yang mengalir penyimpangan untuk mencapai tujuan hidup mereka. Upaya penting dalam menangani pasien membentuk pasien lebih percaya diri.”
Stigma, tindakan memberikan label sosial yang memiliki tujuan untuk mencemari seseorang atau kelompok orang dengan pandangan buruk. Usaha untuk menemukan bagaimana cara mengenali dan membantu klien mengidentifikasi kekuatan klien sehingga dapat membangun kompetensi yang dimiliki..” Ujar Athia Tamyizatun selaku pemateri kedua pada Counseling Moves#3. Acara dilanjut dengan sesi tanya jawab, peserta seminar Counseling Moves #3 sangat aktif dan atusias pada sesi ini.
Alhamdulillah acara demi acara berjalan dengan lancar. Ditutup dengan pemberian kenang-kenangan kepada pemateri, moderator dan pemberian sertifikat kepada peserta.
~ salam konsi
Always be Family
By Dany & Adzil
