Sukoharjo, 15 Maret 2024. Himpunan Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam UIN Raden Mas Said Surakarta mengadakan agenda mengabdi masyarakat Counseling Moves #3 yang dimana agenda  tersebut digelar setahun sekali pada tahun ini bertepatan pada bulan ramadhan. Kegiatan ini  pada pagi harinya dilaksanakan di MI Darussalam 01 Pucangan kartasura.

Pengabdian masyarakat Counseling Moves #3 kali ini mengusung tema yang pertama  “Antisipasi Bullying Dalam Upaya Merawat Kesehatan Mental”. Kegiatan ini dihadiri oleh wakil dekan 3 kemahasiswaan dan kerja sama, dan juga koordinator  Program Studi Bimbingan Konseling Islam UIN Raden Mas Said Surakarta serta para dosen prodi BKI. Peserta dalam kegiatan ini merupakan siswa siswi kelas 6 MI Darussalam 01 kartasura.

 Materi pertama dibuka dengan pematik untuk siswa kelas 6 mengenai apa saja yang termasuk dalam bullying. Kemudian siswa diminta menyebutkan apa saja tindakan yang masuk kedalam bullying. Isnanita Noviya Andriyani selaku pemateri pertama memberikan pertanyaan-pertanyaan yang membantu siswa kelas 6 untuk mengetahui apa itu bullying.

Penyampaian materi selanjutnya yaitu anti bullying atau perundungan. Dalam materi tersebut berisi tentang segala bentuk penindasan untuk menyakiti orang lain, Seperti penindasan fisik, penindasan seksual, penindasan verbal, penindasan relasional, penindasan dunia maya seperti berkomentar yang negatif di sosial media. Dampak buruk bullying adalah tumbuhnya rasa tidak percaya diri kita serta mengganggu kesehatan mental.” Tutur Ibu Ulfa fauziya Argestya Selaku pemateri pertama.

“Beliau juga berpesan jika ada teman yang dibully jangan ikut membully alangkah baiknya kita melaporkan kepada seseorang yang lebih tua dari kita seperti kepada guru dan orang tua Karena tidak ada candaan yang mengkesampaikan perasaan orang lain Beliau berharap setelah pemaparan materi tersebut tidak ada bullying Di MI Darussalam 01 kartasura”

“Materi selanjutnya di isi oleh Athia Tamyizatun Nisa melewati media vidio yang di tampilkan berisi tentang Stop bullying di sekolahan  karena dampak buruk bagi teman-teman  yang mengalami bullying tersebut, jadi kita harus saling rukun sesama teman dan tolong menolong serta menyayangi sesama teman apalagi ini sudah kelas 6 yang dimana sebentar lagi memasuki jenjang SMP, Serta yang lebih muda menghormati yang lebih tua serta yang lebih tua menyayangi yang lebih muda”

Setelah pemaparan materi selesai Anggota HIMPUNAN MAHASISWA PROGRAM STUDI Bimbingan dan Konseling Islam memberikan kenang kenangan dan hasta karya kepada siswa siswi kelas 6 MI Darussalam 01 kartsura yang berupa cap tangan di totebag dengan harapan untuk meningkatkan kreativitas.

Dilanjut acara pada sore hari di Musholla At-Taqwa dusun Tojayan RT 01 RW 04 Yang bertema “Parenting Berbasis Budaya Dan Moderasi Beragama” yang di hadiri oleh Kepala Jurusan Dakwah dan komunikasi dan di dampingi oleh pengganti ketua RT 01 RW 04 serta di ikuti oleh ibu ibu dan bapak bapak dusun Tojayan RT 01 RW 04.

Sambutan pertama disampaikan oleh Supandi selaku kepala jurusan Dakwah dan komunikasi yaitu menyampaikan dan memperkenalkan dosen dosen yang hadir pada acara tersebut.

Sambutan yang kedua di sampaikan oleh Joko selalu mantan RT01 RW 04 beliau menyampaikan banyak terimakasih telah memilih tempat di musholla At taqwa untuk menyelenggarakan acara sosialisasi parenting,beliau juga menyampaikan permohonan maaf karena antusias warga yang kurang dalam menghadiri sosialisasi parenting dikarenakan adanya faktor yang berbeda.

Setelah sambutan sambutan selesai langsung masuk pada acara inti yakni pemaparan materi yang di sampaikan oleh Agit Purwo Hartanto tentang “Parenting Berbasis Budaya Dan Moderasi Beragama” beliau berkata pentingnya parenting kepada anak sejak dini karena di zaman sekarang yang dilihat dari perkembangan sosial media anak semakin membangkang kepada orang tua seperti halnya mementingkan gadget dari pada mendengarkan perintah orang tua,beliau juga berkata sesuai ucapan Ali bin Abi Thalib yaitu didiklah anakmu sesuai zamannya,karena mereka hidup bukan di zamanmu, karena kemampuan anak itu berbeda beda jadi kita tidak bisa menilai dari satu sisi seperti anak yang pinter matematika belum tentu bisa Pintar di bahasa Indonesia,beliau juga tak lupa menyampaikan 3 dimensi penting dalam parenting yang pertama adalah kehangatan seperti memberi pujian kepada anak memberi apresiasi kepada anak,yang kedua kontrol seperti jangan terlalu keras dalam mendidik anak yang terakhir ketertiban seperti kita sering mengontrol perkembangan anak kita.

Alhamdulillah acara demi acara berjalan dengan lancar. Ditutup dengan berbuka bersama.

~ salam konsi

Always be Family

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *